Informasi UmumPELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI PESANTREN BAGI MUSYRIF DAN MUSYRIFAHLatar Belakang PelatihanPencegahan dan penanganan kekerasan serta penerapan Pesantren Ramah Anak (PRA) merupakan salah satu kompetensi krusial yang harus dimiliki oleh musyrif-musyrifah, pengasuh, pengurus, ustadz/ustadzah, serta fasilitator di lingkungan pesantren. Dengan tata kelola pengasuhan dan perlindungan anak yang baik, pesantren akan dinilai sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang berkualitas, aman, dan akuntabel. Pemahaman mengenai child safeguarding dan prinsip ramah anak tidak hanya diperlukan oleh musyrif-musyrifah yang bertugas mendampingi santri di asrama sehari-hari, tetapi juga oleh pimpinan dan pengurus pesantren yang bertanggung jawab atas penjaminan mutu, keselamatan, serta masa depan tumbuh kembang santri. Seseorang atau tim pengasuh yang tidak memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam psikologi perkembangan remaja, etika relasi, disiplin positif, serta alur penanganan kasus, tentu dapat mengganggu kelancaran proses pendidikan dan pengasuhan. Hal ini memicu penggunaan tindakan punitif yang merendahkan, memperbesar risiko terjadinya kekerasan fisik, psikis, perundungan, hingga kekerasan seksual, yang berisiko menimbulkan trauma pada santri serta merusak marwah dan kehormatan pesantren di mata publik.Mewujudkan Pesantren Ramah Anak Bebas Kekerasan merupakan sebuah proses yang memadukan empat pilar utama, yaitu kepatuhan regulasi dan pemenuhan hak-hak dasar anak, integrasi sistem child safeguarding (pencegahan, pengenalan risiko, dan respons aman), pendekatan psikologi perkembangan remaja dan disiplin positif, serta penegakan etika relasi dan batas profesional pengasuh. Banyak aturan dan petunjuk teknis yang dapat dipelajari, seperti Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1262 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pengasuhan Ramah Anak di Pesantren. Namun, tata kelola perlindungan anak tidak cukup hanya dengan memahami teori dalam dokumen petunjuk teknis atau modul. Untuk menjadi pengasuh dan pendamping yang andal, peka, dan sigap, seluruh elemen pesantren dan pengurus asrama harus terus berlatih, mengudar asumsi subjektif, serta bersiap secara praktis melalui analisis kasus dan pemetaan risiko.Oleh karena itu, perlu diselenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan bagi Musyrif-Musyrifah dan Pengasuh Pesantren Ramah Anak. Kompetensi operasional yang kuat memungkinkan para musyrif-musyrifah dan pimpinan menjalankan peran pengasuhan secara profesional, rasional, berempati, adil, dan berintegritas. Ketika proses pendataan risiko, pengawasan asrama, hingga eksekusi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan dan pemulihan korban dijalankan dengan tepat dan tertib, pesantren memiliki potensi untuk menjamin kelancaran hak-hak pendidikan dan keselamatan santri, mencegah potensi kekerasan di lapangan, serta menjaga mutu dan kredibilitas pesantren di mata masyarakatTujuan PelatihanSetelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip Pesantren Ramah Anak, disiplin positif, serta upaya pencegahan, penanganan, pendampingan, dan pemulihan korban kekerasan secara profesional, sensitif terhadap trauma, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak.Kompetensi TeknisMampu menganalisis risiko kekerasan, menerapkan prinsip child safeguarding dan disiplin positif, serta mengelola penanganan, pendampingan, dan pemulihan korban secara profesional, sensitif trauma, dan akuntabel sesuai panduan Pesantren Ramah Anak.Sasaran PelatihanMusyrif dan Musyrifah (pengasuh/pendamping asrama santri).Pengasuh Pesantren (Kiai, Nyai, dan keluarga).Pimpinan dan Pengurus Pesantren / Yayasan.Ustadz dan Ustadzah (tenaga pengajar/pendidik).Fasilitator Pesantren serta pihak-pihak lain yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam pengasuhan serta perlindungan santriOrang Tua Wali SantriSantri Sasaran Umum :Pangkat/Golongan Ruang : SemuaJenis Kelamin : SemuaPendidikan Umum : SemuaTenaga Kependidikan dan Masyarakat UmumLink PelatihanKunci Jawaban :1 dari 1 soalApakah Anda telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran?AYaBTidak
Sumber Berita: blog.ruangdidik.my.id

Tinggalkan Balasan